Logo Kuning UI, Ikang Fawzi, Marissa Haque, Isabella Fawzi, Chikita Fawzi

Logo Kuning UI, Ikang Fawzi, Marissa Haque, Isabella Fawzi, Chikita Fawzi
Logo Kuning UI, Ikang Fawzi, Marissa Haque, Isabella Fawzi, Chikita Fawzi

Ikang Fawzi, Dosen Tamu, FISIP-UI, 26 November 2009

Ikang Fawzi, Dosen Tamu, FISIP-UI, 26 November 2009
Ikang Fawzi, Dosen Tamu, FISIP-UI, 26 November 2009

Wisuda S1 Ikang Fawzi dari FISIP UI, 1987, Marissa Haque Hamil Isabella Fawzi

Wisuda S1 Ikang Fawzi dari FISIP UI, 1987, Marissa Haque Hamil Isabella Fawzi
Wisuda S1 Ikang Fawzi dari FISIP UI, 1987, Marissa Haque Hamil Isabella Fawzi

Ikang Fawzi, FISIP-UI, Jurusan Administrasi Niaga, 1979

Ikang Fawzi, FISIP-UI, Jurusan Administrasi Niaga, 1979
Ikang Fawzi, FISIP-UI, Jurusan Administrasi Niaga, 1979

Wisuda dari FISIP UI, Administrasi Niaga, Ikang Fawzi, 1988

Wisuda dari FISIP UI, Administrasi Niaga, Ikang Fawzi, 1988
Wisuda dari FISIP UI, Administrasi Niaga, Ikang Fawzi, 1988 (Ayah dari Isabella Fawzi)

ILUNI, Bersatu & Beraksi dalam Ikang Fawzi & Isabella Fawzi

ILUNI, Bersatu & Beraksi dalam Ikang Fawzi & Isabella Fawzi
ILUNI, Bersatu & Beraksi dalam Ikang Fawzi & Isabella Fawzi

Notes on Our Beloved FISIP UI: Ikang Fawzi & Isabella Fawzi

Notes on Our Beloved FISIP UI: Ikang Fawzi & Isabella Fawzi
Notes on Our Beloved FISIP UI: Ikang Fawzi & Isabella Fawzi

BEM FISIP UI, Ikang Fawzi, Marissa Haque, Isabella Fawzi, Chikita Fawzi

BEM FISIP UI, Ikang Fawzi, Marissa Haque, Isabella Fawzi, Chikita Fawzi
BEM FISIP UI, Ikang Fawzi, Marissa Haque, Isabella Fawzi, Chikita Fawzi

LOGO FISIP UI, Ikang Fawzi, Isabella Fawzi

LOGO FISIP UI, Ikang Fawzi, Isabella Fawzi
LOGO FISIP UI, Ikang Fawzi, Isabella Fawzi

Impian Wisuda dari FISIP UI, Keluarga Ikang Fawzi

Impian Wisuda dari FISIP UI, Keluarga Ikang Fawzi
Impian Wisuda dari FISIP UI, Keluarga Ikang Fawzi

"Panggilan Jiwa": Ikang Fawzi & Chandra Darusman (ILUNI & Deplu Song,1980)

Lagu Wajib ILUNI (Alumni Universitas Indonesia) "Panggilan Jiwa": Ikang Fawzi & Chandra Darusman (Favorite Song of Marissa Haque Fawzi)

Oranye FISIP UI Isabella Fawzi untuk Kedua Orangtuanya Ikang Fawzi & Marissa Haque (12 April 2011)

Oranye FISIP UI Isabella Fawzi untuk Kedua Orangtuanya Ikang Fawzi & Marissa Haque (12 April 2011)

Ikang Fawzi Dosen Tamu untuk Marketing Stategic, di FISIP UI, 2009

Ikang Fawzi Dosen Tamu untuk Marketing Stategic, di FISIP UI, 2009
Ikang Fawzi Dosen Tamu untuk Marketing Stategic, di FISIP UI, 2009
Tampilkan postingan dengan label angelina sondakh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label angelina sondakh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2011

Kiki yang Berjilbab Mendorong Ibunya ke Studi Kajian Timteng di UI: Marissa Haque Fawzi

Chikita Fawzi, Ikang Fawzi dan Hadiah Kamera dari Ibu Marissa Haque, Screen shot 2011-06-16 at 12.18.20 AM

Fabiayyi ala'irobbi kumma tukadzdzibaaan...
ni'mat mana lagi yang akan engkau dustakan wahai manusia... Tidak ada Ya Allaaah...tidak adaaaa...
"Chikita Kami yang Kini Berjilbab di Malaysia: Marissa Haque & Ikang Fawzi"
Sumber:http://marissahaque-kiki-inspirasi.blogspot.com/

Jumat, 10 Juni 2011

Alumni FISIP UI dan Cerita tentang Menulis: Isabella Fawzi

Baru kusadari beberapa hari terakhir ini ketika seorang teman yang dekat di hatiku dari FH UGM mengirimiku sms yang berbunyi: "Mbak Icha sayang...kelihatannya para alumni dari Unika Atmajaya Jakarta itu punya ciri yang sama deh yaitu suka menulis!"

Hhmmm...iya juga ya?


Namun saya menyukai dunia tulis-menulis jauh sebelum menapaki kaki mengambil S2 ku yang pertama di kampus tersebut. Tapi....memang, setelah gabung dalam pembelajaran di kampus tersebut, kemampuan dan kesenanganku menulis menjadi semakin terasah. Khususnya karena Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan di sini terkenal salah satu yang terbaik di Indonesia, sayapun mengambil S2 dari jurusan LTBI singkatan dari Linguistik Terapan Bahasa Inggris.

Tak hanya diriku Dari LTBI, ternyata adik kelasku dari FE (Fakultas Ekonomi) bernama Angelina Sondakh jua sangat produksitf sekarang dalam dunia penulisa buku. Memang banyak yang memcingkan mata ketika tulisannya melulu soal keluarga dan dirinya. Tapi saya pikir mereka yang sinis itu hanya iri kepada Angie yang cerdas serta produktif!

Iri sebenarnya hanyalah pertanda dari tak mampu...hehe... Jadi, kalau mereka iri jawabannya sebenarnya hanya satu yaitu "menulis juga dong!" Beradu karya melalui budaya menulis pasti akan positif. Daya nalar serta kreasi sportif pasti akan mengemuka, dan dampaknya akan menepis hal negatif lainnya. Sehingga tanpa ragu-ragu saya berani mengajak anda semua untuk bergabung bersama dalam dunia positif yang saya sekeluarga sukai, yaitu: "Ayo Memulis!"


Dalam: "Budaya Menulis Alumni Unika Atmajaya Jakarta: Marissa Haque Fawzi"

Senin, 16 Mei 2011

Teknik Komunikasi Tante Angelina Sondakh dalam Menghindar dari Interview Sensitif

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Demokrat, Angelina Sondakh, enggan menjawab perihal kasus suap wisma atlet SEA Games yang membawa-bawa namanya. Ia bahkan meminta media massa untuk tidak lagi menanyakan hal itu kepadanya.

"Enggak usah dibahas-bahas lagi, sudahlah," ujar perempuan yang akrab disapa Angie ini, Minggu (15/5/2011), dalam jumpa pers peringatan 100 hari meninggalnya Adjie Massaid di kediamannya yang terletak di Taman Cilandak, Jakarta.

Lebih lanjut Angie menerangkan, dalam jumpa pers tersebut dirinya hanya akan menjawab pertanyaan media seputar peringatan 100 hari meninggalnya sang suami. "Ini acara teman, keluarga, dan teman-teman dekat. Kalau di luar acara ini, saya mohon izin untuk menutup tanya jawab," ucap Angie.

Menurut Angie, klarifikasi dan bantahan keterlibatan dirinya saat di DPR sudah cukup. Dengan demikian, tidak perlu ada lagi yang harus dijelaskan. "Klarifikasi saya sudah cukup," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Manajer Marketing PT Duta Graha Indah (DGI) M El Idris dan Mindo Rosalina Manulang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi pada pertengahan April lalu di Kementerian Pemuda dan Olahraga. KPK menemukan cek Rp 3,2 miliar sebagai bukti dugaan suap untuk Sekretaris Menpora Wafid Muharam dari PT DGI.

Pemberian uang diduga sebagai success fee untuk proyek pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan. Dalam pengembangan kasus, Rosa mengaku sebagai orang suruhan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin. Berkali-kali hal itu disampaikan mantan pengacaranya, Kamarudin Simanjuntak.

Bahkan, Nazaruddin mendapat bagian Rp 25 miliar. Namun, Nazaruddin membantah tudingan itu. Selain Nazaruddin, politisi Partai Demokrat lainnya, Angelina Sondakh, juga disebut-sebut terlibat.

Janda Adjie Massaid itu sebagai koordinator anggaran Komisi Olahraga (Komisi X) DPR dan diduga terlibat mengegolkan proyek tersebut. Namun, para pemimpin Demokrat membantah keras dugaan keterlibatan Angelina.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2011/05/15/19135828/Angie.Ogah.Bahas.Suap.Wisma.Atlet

Metro TV vs Tante Angelina Sondakh

Angelina Sondakh: Aku Dikhianati

 Metro Hari Ini / Nusantara / Minggu, 15 Mei 2011 18:09 WIB


Metrotvnews.com, Jakarta: Politisi Partai Demokrat Angelina Sondakh mengaku membutuhkan teman politik seperti suaminya, almarhum Adjie Massaid, untuk menghadapi pengkhianatan teman politiknya saat ini. Namanya akhir-akhir ini dikaitkan dengan kasus suap di tubuh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Hal itu disampaikannya saat konferensi pers mengenang 100 hari Adjie Massid di Jakarta, Ahad (15/5). Ia tampak bingung menghadapi pertanyaan dari wartawan mengenai kasus yang diterpanya.(DNI)

Sumber: http://www.metrotvnews.com/read/newscatvideo/nusantara/2011/05/15/128306/Angelina-Sondakh-Aku-Dikhianati

Tante Angie Persembahkan 'Langkah Tegap Adjie Massaid'': dalam Isabella Fawzi

Alumni FISIP UI


Angie Persembahkan 'Langkah Tegap Adjie Massaid'
Angelina Sondakh
Kapanlagi.com - Memperingati seratus hari Adjie Massaid, Angelina Sondakh tidak hanya memperkenalkan single Kau Yang Ku Kusayang kepada media. Tapi juga memperkenalkan buku Langkah Tegap Adjie Massaid untuk mengenang mantan suaminya.
Menurut Angie (sapaan akrab Angelina Sondakh) buku tersebut menceritakan perjalanan karier Adjie di politik. Adjie adalah sosok suami dan teman politik yang tidak pernah berkhianat kepadanya.

"Mengenang 100 hari Mas Adjie saya mempersiapkan single Kau Yang Ku Kusayang dan juga buku Langkah Tegap Adjie Massaid. Dalam 100 hari saya mempersembahkan khusus untuk Mas Adjie," ujar Angie.

"Itu lebih ke bagaimana perjalanan karir politik Mas Adjie. Di dalam epilog, saya tuliskan dia teman politik yang tidak pernah berkhianat. Dia tidak akan menjauh saat saya ada masalah, tidak pernah berbohong, menusuk saya dari belakang," sambung Angie saat saat ditemui di kediamannya di Perumahan Taman Cilandak, Jakarta Selatan (15/5).

Lebih lanjut, Angelina menuturkan, untuk merefleksikan kegiataan Adjie dikancah perpolitikan nasional, ibunda Keanu ini, akan mempublish edisi kedua yang mengulas sisi spritual yang dibangun Adjie.
"Kalau buku kan merefleksikan kegiatan politik Mas Adjie, mudah-mudahan buku kedua bagaimana spiritual bisa dibangun. Kalau ujian ini bisa saya lewati, saya akan menuliskan soal kebesaran Allah tangan yang tak tampak lebih besar dari tangan yang tampak," tutup Angie.  (kpl/buj/mae)

Tante Angelina Sondakh Teman Marissa Haque Ibuku yang Sangat Tegar



 
E-TAINMENT - SELEB
Senin, 16 Mei 2011 , 10:28:00

Angelina Sondakh menangis saat peringatan 100 hari Almarhum Adjie Massaid di Kediaman Angelina Sondakh Taman Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (15/5). Angelina sempat berkali-kali menangis saat pemutaran video klip Kau Yang Kusayang yang diaransement oleh Maia Estianty.FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS
BERSABAR dan berusaha tegar. Itulah yang dilakukan Angelina Sondakh untuk melewati satu demi satu cobaan yang dihadapinya saat ini. Cobaan, mulai dari ditinggal pergi suaminya, Adji Massaid hingga kabar dugaan menerima suap pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang, membuatnya harus memperkuat jiwanya.

“Saya ingin sekali tegar. Setiap malam itu yang saya minta sama Allah supaya saya nggak nangis lagi dan kuat. Dalam keadaan normal saya sangat merindukan Mas Adjie, apalagi sekarang. Kalau ada Mas Adjie mungkin saya tidak akan serapuh ini,” ujarnya di rumahnya kawasan Taman Cilandak II, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (15/5).

Angie-sapaan akrabnya, mengaku tanpa ada kesabaran dia yakin tidak akan bisa bertahan dan beraktivitas seperti saat ini. Salah satunya menggelar pengajian 100 hari wafatnya almarhum. “Kalau sekarang Mas Adjie masih ada, pasti dia akan bela habis-habisan,” tukas perempuan yang memiliki nama asli Angelina Patricia Pingkan Sondakh ini.

Angiemenilai ada oknum yang sengaja berbuat jahat dan menjebaknya dalam permainan ini. ”Sekarang saya bisa menilai mana sahabat yang sesungguhnya dan mana yang pura-pura baik dengan saya,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Angie mengaku merindukan sosok suaminya yang selalu jujur dengan karir politiknya. “Saya merindukan Mas Adjie, mudah-mudahan saya kuat menjalani apa pun dan anak-anak tidak terganggu sama apa yang sedang saya alami,” paparnya. (ash)

Profil Singkat FISIP UI: dalam Isabella Fawzi & Ikang Fawzi





Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang didirikan sejak  tahun 1968,  merupakan salah satu fakultas dengan jumlah program studi dan mahasiswa terbanyak yang terdapat di Universitas Indonesia. Dikatakan demikian karena sejak berdiri sampai dengan tahun 2005, FISIP UI berkembang dengan pesat sehingga memiliki  35 program studi dengan 52 program kekhususan, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 6.390 orang (semester genap 2008) yang tergabung dalam 8 departemen, yaitu: (1) Departemen Ilmu Komunikasi; (2) Departemen Ilmu Politik; (3) Departemen Ilmu Administrasi; (4) Departemen Kriminologi; (5) Departemen Sosiologi; (6) Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial; (7) Departemen Antropologi; dan (8) Departemen Ilmu Hubungan Internasional.  
 
Secara kelembagaan, FISIP UI merupakan bagian dari BHMN (Badan Hukum Milik Negara) Universitas Indonesia. Sejak tahun 2001, melalui Peraturan Pemerintah nomor 152, Universitas Indonesia ditempatkan sebagai BHMN, yaitu sebuah  lembaga  yang secara manajemen otonom dari pemerintah. Dengan status tersebut Universitas memiliki Anggaran Rumah tangga sendiri, yang dituangkan dalam bentuk keputusan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia tahun 2003 melalui SK No. 01/SK/MWA-UI/2003. 
 
Melalui Keputusan Rektor Universitas Indonesia No.405/SK/R/UI/2008 tentang Pemberhentian Pejabat Dekan dan Pengangkatan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia periode 2008–2012, Rektor mengangkat Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, M.Sc sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Bersama dengan Wakil Dekan Julian Aldrin Pasha, MA., Ph.D, beserta berbagai jajaran pimpinan. Para pimpinan FISIP UI berusaha bersama untuk melakukan transformasi empat tahun ke depan menuju format kelembagaan yang lebih sesuai dengan “ruh” dan dinamika sebuah badan yang otonom, mandiri (non subsidi) dan profesional. Transformasi ini tentu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, karena membutuhkan prasyarat perubahan “mindset” dari semua warga sivitas akademika. 
 
Sistem: Struktur Organisasi, Koordinasi dan Cara Kerja
Pengelolaan FISIP UI sebagai bagian dari Universitas Indonesia berdasarkan kepada Peraturan Pemerintah nomor 152 tahun 2001 yang menempatkan UI sebagai BHMN, yaitu sebuah lembaga yang secara manajemen otonom dari pemerintah. Dengan status tersebut Universitas memiliki Anggaran Rumah tangga sendiri, yang dituangkan dalam bentuk keputusan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia tahun 2003 melalui SK No.01/SK/MWA‐UI/2003. 
 
Sedangkan Pimpinan Fakultas yang terdiri dari Dekan dan Wakil Dekan yang ditetapkan berdasarkan SK Rektor Universitas Indonesia No.405/SK/R/UI/2008, sementara Para Manajer ditetapkan dalam Surat Keputusan Dekan FISIP Universitas Indonesia nomor 063 Tahun 2009.
Dalam rangka menyelenggarakan fungsinya sebagai institusi pendidikan tinggi, FISIP UI menjunjung tinggi prinsip‐prinsip penyelenggaraan tata kepemerintahan yang baik yang meliputi aspek kejujuran, keterbukaan dan kepentingan terhadap masyarakat. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan kesempatan yang luas kepada stakeholder untuk terlibat dalam pengawasan penyelenggaraan organisasi dan manajemen. Para pimpinan organisasi dipilih melalui tes kesesuaian dan kompetensi yang mencerminkan kemampuan yang bersangkutan untuk menjadi pelaksana organisasi. Di samping itu, pengelolaan fakultas selalu berdasarkan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan melalui pertanggungjawaban yang periodik sesuai dengan mekanisme organisasi dan manajemen FISIP UI yang berlaku. FISIP UI juga selalu menjunjung tinggi kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat yang diwujudkan melalui penyesuaian kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi dan kemampuan manajemen untuk melaksanakan pendidikan tersebut. 
 
Dengan berpegang pada perubahan status BHMN yang otonom FISIP UI bertujuan melakukan transformasi dengan prinsip dasar integritas yang bertujuan mewujudkan :
1. Good governance (good exercise of power) yang ditandai oleh transparansi dan akuntabilitas manajemen akademik dan non akademik.
2. Proses pengambilan kebijakan yang berdasarkan pada olah pikir yang cermat, tata‐aturan dan hirau pada masukan berbagai pihak.
3. Percepatan kemajuan sistem/manajemen dan infrastruktur/fasilitas dalam rangka dicapainya kemandirian dan kemajuan di era otonomi kampus.
4. Produktifitas dan pelayanan terbaik bagi segenap sivitas akademika dan bagi masyarakat.
5. Menjalankan budaya korporasi berdasarkan mutual trust dan shared values yang diwarnai oleh semangat kolegial. 
 
Struktur organisasi FISIP UI mengacu kepada Organisasi dan Tata Laksana yang ditetapkan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi Universitas Indonesia. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terdiri dari Senat Akademik Fakultas dan Dewan Guru Besar Fakultas, serta Pimpinan dan Unsur Manajemen Fakultas. Senat Akademik Fakultas merupakan badan normatif tertinggi di lingkungan Fakultas yang diantaranya memiliki tugas dalam memberikan masukan kepada pimpinan fakultas mengenai rencana strategis dan rencana kerja dan anggaran tahunan fakultas. Sementara itu, Dewan Guru Besar Fakultas adalah organ dalam struktur organisasi fakultas yang melakukan pembinaan kehidupan akademik dan integritas moral serta etika dalam lingkungan sivitas akademika FISIP‐UI. 
 
Fakultas dipimpin oleh Dekan yang dibantu oleh seorang Wakil Dekan untuk mengatur dan mengurus Bidang Akademik dan Bidang Non Akademik. Dekan dibantu oleh Sekretaris Fakultas dan staf pimpinan yang mengatur dan mengurus hal‐hal yang bersifat pembantuan staf, internasionalisasi, koordinasi kelembagaan, pengembangan teknologi informasi dan komunikasi serta kerjasama dengan lembaga luar. Selain itu, dalam merumuskan rancangan kebijakan di bidang penelitian, publikasi, dan pengelolaan ventura. Dekan dibantu oleh para manajer yang bertugas melaksanakan kebijakan‐kebijakan fakultas dengan dibantu oleh staf yang dimilikinya.
  
Sumber:  http://www.fisip.ui.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=49&Itemid=67 

Program Studi di FISIP UI: dalam Isabella Fawzi & Ikang Fawzi

Program studi

Beberapa program studi yang terdapat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia:

Sejarah FISIP UI: dalam Isabella Fawzi & Ikang Fawzi

Sejarah

FISIP didirikan pada tahun 1968 dan pada mulanya merupakan bagian dari Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (FHPM). Pada tanggal 1 September 1962, Bagian Pengetahuan Masyarakat yang kemudian menjadi Bagian Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan secara resmi diperluas sehingga meliputi jurusan Ilmu Publisistik, Ilmu Politik, Ilmu Administrasi, Kriminologi, Sosiologi, dan Ilmu Kesejahteraan Sosial. Perkembangan bidang-bidang ilmu sosial yang demikian pesat mendorong ditingkatkannya status Bagian Ilmu Pengetahuan Kemasyarakat menjadi fakultas yang berdiri sendiri.
Berdasarkan keputusan Direktur Jendral Perguruan Tinggi No.42 tanggal 1 Februari 1968, Bagian Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan secara resmi dipisahkan dari Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan dan dinyatakan sebagai fakultas yang berdiri sendiri dengan nama Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (FIPK-UI) dengan Prof. Selo Soemardjan sebagai dekan pertama.

Rektor Universitas Indonesia melalui surat keputusan No.002/SK/BR/72 tertanggal 7 Februari 1972 memutuskan untuk mengubah nama FIPK-UI menjadi Fakultas Ilmu Sosial UI. Keputusan ini kemudian dikukuhkan oleh keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.31/C/1972. Pada tahun 1982, Fakultas Ilmu Sosial UI diubah menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia No.44 Tahun 1982.

Setahun kemudian, yakni pada tahun 1983, jumlah jurusan di FISIP UI bertambah satu lagi dengan berpindahnya Jurusan Antropologi yang semula menjadi bagian Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Pada tahun 1985, Jurusan Ilmu Hubungan Internasional dibuka sebagai pengembangan Program Studi Hubungan Internasional dan Kawasan dari Jurusan Ilmu Politik.
Dari sejak berdirinya hingga sekarang ini, FISIP UI telah dipimpin oleh sepuluh dekan, yang berturut‐turut adalah:
  1. Prof. Dr. Selo Soemardjan, alm (1968‐1974)
  2. Prof. Dr. Hc. Miriam Budiardjo, MA, alm (1974‐1979)
  3. Prof. Dr. R. Tobias Soebekti, MPA. Alm (1979‐1982)
  4. Prof. Dr. Manasse Malo, alm (1982‐1988)
  5. Prof. Dr. Juwono Sudarsono, MA. ( 1988‐1994)
  6. Prof. Dr. Muhammad Budyatna (1994‐1998)
  7. Prof. Kamanto Sunarto, SH, Ph,D. (1998‐2001)
  8. Prof. Dr. Martani Huseini (2001‐2003)
  9. Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri (2003‐2008)
  10. Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, MSc (2008‐2012)

Kamis, 05 Mei 2011

Pelajaran tentang Komunikasi Brand Relevan dan yang Tidak Relevan dari Ibuku: Isabella Fawzi



“A brand is no longer the thing what you mention, but it is what the consumer talk about”
marissa-haque-fawzi-angelina-sondakh-massaid-knpi-bojonegoro-jatim-2005
Pencitraan di dalam perpolitikan Indonesia semakin menjadi marak, terutama ketika pimpinan tertinggi negeri ini dianggap melakukannya demi melancarkan pengaruh citra seperti apa yang dikenhendakinya. Sementara dari politisi yunior terlihat ada Angelina Sondakh dengan ilmu yang diadopsinya dari FISIP-UI jurusan Komunikasi. Kepiawaiannya memainkan isu di media masa member nilai tambah bagi kehadirannya. Saya katakana kepada Bella (Isabella Fawzi) sulungku yang kini juga sedang menuntut ilmu di tempat sama (FISIP UI jurusan Ilmu Komunikasi) agar lebih banyak memperhatikan langkah Angie dalam mengelola komunikasi politiknya. Saya tambahkan lagi dengan keterangan bahwa dia berhasil menyeruak among the crowds, baik di dalam Partai Demokrat sendiri maupun menjadi artis ‘baru’—karena Angie sendiri bukan artis dalam arti sebenarnya karena sebelumnya ‘hanya’ menjadi Putri Indonesia yang cerdas-muda-berpolitik.

Satu hal yang menjadi kunci utama dalam menyeruak among the crowds itu, bahwa konsistensi yang mengalir serta tidak kaku akan diuji oleh berjalannya waktu. Bahwa kehadirannya dalam medium infotainment hanya boleh dilakukan dalam jangka waktu pendek, dimana selebihnya harus melakukan paradigm shift pada wilayah medium lebih serius lainnya, semisal bicara mengenai teknik jalan keluar dari kisruh PSSI, Ujian Nasional dan kehadiran CAFTA pada dunia pariwisata Indonesia. Karena isunya dulu Angie adalah salah satu calon Menteri pengganti Pak Jero Wacik dalam periode yang akan datang.

Perihal kiprah Angie ke dunia tarik suara (rekaman), saya menyambut positif. Hanya pesanku, bilaman merasa kurang atau tidak cocok, jadikan hal tersebut sebagai yang pertama dan yang terakhir. Saya pribadi pernah mencoba masuk dapur rekaman yang kemudian saya sesali ‘habis-habisan.’ Saya menerima tawaran menyanyi karena saat itu yang menawarkan adalah salah satu perjaka ganteng Indonesia yang sedang naik daun bernama Fariz RM—konon khabarnya saat itu sedang jatuh hati padaku. Dan memang setelahnya saya memilih calon suami yang penyanyi namun sekolahnya betul serta rajin ibadahnya plus dari keturunan baik-baik. Nah… yang saya khawatirkan kegiatan Angie dalam hal menyanyi menjadi hal yang tidak relevan bila dikaitkan dengan koridor Ilmu Marketing Management. Jangan sampai juga kelak Angie menjadi bulan-bulanan masyarakat dan media sehinga menjadi output yang kontra produktif karena diperbandingkan dengan keprofesionalan vocal Reza mantan istri Adjie Massaid yang memang terkenal sexi serta berkarakter kuat sebagai salah seorang Diva Indonesia. Namun sebagai sebuah kenang-kenangan bagi keluarga mungkin tidak ada salahnya memang… 

Ayo bangkit Angie…kamu belum menjadi salah seorang Menteri Pariwisata tercantik dari Indonesia. Go for the best my sister in faith… I am so proud of you!

Paduan Suara Universitas Indonesia (in Isabella Fawzi)

Paduan Suara Universitas Indonesia (in Isabella Fawzi)

"Lagu Godeamus Igitur": dalam Isabella Fawzi

"Lagu Godeamus Igitur": dalam Isabella Fawzi

Mbah Yuya yang Sangat Ingin Ayah Ikang Dulu Pasti Lulus dari FISIP UI jurusan Administrasi Niaga

Mbah Yuya yang Sangat Ingin Ayah Ikang Dulu Pasti Lulus dari FISIP UI jurusan Administrasi Niaga
Mbah Yuya dan Ibu Icha adalah para Sponsor Sejati Ayah Ikang Fawzi jadi Seniman Sekolahan yang Mumpuni & Menjawab Tantangan Zaman

Aldo Fawzi Sepupuku dari Sastra Jepang UI: Isabella Fawzi

Aldo Fawzi Sepupuku dari Sastra Jepang UI: Isabella Fawzi
Aldo Fawzi Anak Mama Bonnie (Indra Lesatri Fawzi) Kandidat Doktor dari FISIP UI jurusan Kesos, 2011

Tanteku Mama Bonie Fawzi Kandidat Doktor & Adikku Chikita Fawzi: Isabella Fawzi

Tanteku Mama Bonie Fawzi Kandidat Doktor & Adikku Chikita Fawzi: Isabella Fawzi
Tanteku Mama Bonie Fawzi Kandidat Doktor dari FISIP UI (Kesos) & Adikku Chikita Fawzi: Isabella Fawzi

4 keluarga ikang fawzi dan marissa haque ke FIFIP UI

4 keluarga ikang fawzi dan marissa haque ke FIFIP UI
4 keluarga ikang fawzi dan marissa haque ke FIFIP UI

Entri Populer