Logo Kuning UI, Ikang Fawzi, Marissa Haque, Isabella Fawzi, Chikita Fawzi

Logo Kuning UI, Ikang Fawzi, Marissa Haque, Isabella Fawzi, Chikita Fawzi
Logo Kuning UI, Ikang Fawzi, Marissa Haque, Isabella Fawzi, Chikita Fawzi

Ikang Fawzi, Dosen Tamu, FISIP-UI, 26 November 2009

Ikang Fawzi, Dosen Tamu, FISIP-UI, 26 November 2009
Ikang Fawzi, Dosen Tamu, FISIP-UI, 26 November 2009

Wisuda S1 Ikang Fawzi dari FISIP UI, 1987, Marissa Haque Hamil Isabella Fawzi

Wisuda S1 Ikang Fawzi dari FISIP UI, 1987, Marissa Haque Hamil Isabella Fawzi
Wisuda S1 Ikang Fawzi dari FISIP UI, 1987, Marissa Haque Hamil Isabella Fawzi

Ikang Fawzi, FISIP-UI, Jurusan Administrasi Niaga, 1979

Ikang Fawzi, FISIP-UI, Jurusan Administrasi Niaga, 1979
Ikang Fawzi, FISIP-UI, Jurusan Administrasi Niaga, 1979

Wisuda dari FISIP UI, Administrasi Niaga, Ikang Fawzi, 1988

Wisuda dari FISIP UI, Administrasi Niaga, Ikang Fawzi, 1988
Wisuda dari FISIP UI, Administrasi Niaga, Ikang Fawzi, 1988 (Ayah dari Isabella Fawzi)

ILUNI, Bersatu & Beraksi dalam Ikang Fawzi & Isabella Fawzi

ILUNI, Bersatu & Beraksi dalam Ikang Fawzi & Isabella Fawzi
ILUNI, Bersatu & Beraksi dalam Ikang Fawzi & Isabella Fawzi

Notes on Our Beloved FISIP UI: Ikang Fawzi & Isabella Fawzi

Notes on Our Beloved FISIP UI: Ikang Fawzi & Isabella Fawzi
Notes on Our Beloved FISIP UI: Ikang Fawzi & Isabella Fawzi

BEM FISIP UI, Ikang Fawzi, Marissa Haque, Isabella Fawzi, Chikita Fawzi

BEM FISIP UI, Ikang Fawzi, Marissa Haque, Isabella Fawzi, Chikita Fawzi
BEM FISIP UI, Ikang Fawzi, Marissa Haque, Isabella Fawzi, Chikita Fawzi

LOGO FISIP UI, Ikang Fawzi, Isabella Fawzi

LOGO FISIP UI, Ikang Fawzi, Isabella Fawzi
LOGO FISIP UI, Ikang Fawzi, Isabella Fawzi

Impian Wisuda dari FISIP UI, Keluarga Ikang Fawzi

Impian Wisuda dari FISIP UI, Keluarga Ikang Fawzi
Impian Wisuda dari FISIP UI, Keluarga Ikang Fawzi

"Panggilan Jiwa": Ikang Fawzi & Chandra Darusman (ILUNI & Deplu Song,1980)

Lagu Wajib ILUNI (Alumni Universitas Indonesia) "Panggilan Jiwa": Ikang Fawzi & Chandra Darusman (Favorite Song of Marissa Haque Fawzi)

Oranye FISIP UI Isabella Fawzi untuk Kedua Orangtuanya Ikang Fawzi & Marissa Haque (12 April 2011)

Oranye FISIP UI Isabella Fawzi untuk Kedua Orangtuanya Ikang Fawzi & Marissa Haque (12 April 2011)

Ikang Fawzi Dosen Tamu untuk Marketing Stategic, di FISIP UI, 2009

Ikang Fawzi Dosen Tamu untuk Marketing Stategic, di FISIP UI, 2009
Ikang Fawzi Dosen Tamu untuk Marketing Stategic, di FISIP UI, 2009
Tampilkan postingan dengan label FISIP UI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FISIP UI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Agustus 2012

Marissa Haque: Album Lagu “In Love with Ikang Fawzi” Laris-manis di Aquarius Jakarta (Semoga Tahun 2012 Manggung untuk ILUNI)

Happy Banget saat di Aquarius Jakarta Dengar bahwa CD In Love with Ikang Fawzi” Laris Manis (dlm Marissa Haque)

6c185e856052e8ff980873331159ff2e_di-aquarius-jakarta-alhamdulillah-laris-manis-saat-cek-cd-in-love-with-ikang-fawzi-dlm-marissa-haque_600x540

Ibnu Taimiyyah berkata: “Aku mengamati tentang doa yang paling bermanfaat, ternyata ialah permohonan seorang hamba kepada Allah untuk mendapatkan pertolongan di dunia dan akhirat menuju FALAH serta mendapatkan keridhoannya. Keduanya dapat dilihat pada Q.S Al Fatihah pada iyyakana’budu wa iyyaka nastaiin…”

Marissa Haque: Album Lagu “In Love with Ikang Fawzi” Laris-manis di Aquarius Jakarta

Selasa, 16 Agustus 2011

"Marissa Haque & Ikang Fawzi: Upaya Membuat Nyaman Hati Pasangan"


Disaat kita memberi sesungguhnya karena kita sudah banyak menerima!

Kuncinya semua kembali kepada pasangan kita. Sejauh mana pasangan suami atau istri dapat saling mendukung satu dengan lainnya, sehingga mampu selalu membuat nyaman hati pasangannya.


cinta_kami_selamanya_sampai_mati-ikang-fawzi-dan-marissa-haque-1Pasangan suami istri sejati, akan berada dalam irama harmoni untuk saling memahami serta  selalu mendukung. Intinya adalah, komunikasi produktif di antara keduanya dalam perkawinan. Cirinya adalah ketika mata hati serasa selalu terkait satu dengan lainnya. Seperti itu sejujurnya yang kami rasakan selama 25 tahun masa pernikahan kami.

Kami berdua--Ikang Fawzi dan Marissa Haque--memang bukanlah pasangan yang luar biasa sempurna. Namun kami bertekad agar kesepakatan yang kami buat sejak awal dapat kami wujudkan dalam kenyataan sejarah pernikahan kami, yaitu: "... untuk selalu satu suami dan satu istri sampai mati."

Insya Allah... sejujurnya demikian, dan selamanya demikian. Sampai ajal menjemput kami, karena setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati...

May Allah always bless our marriage... amiiin...

Catatan: Avatar Blog Ini dari iklan Oil of Olay

Sumber: http://ikangdanmarissa.blogdetik.com/


"Marissa Haque & Ikang Fawzi: Upaya Membuat Nyaman Hati Pasangan"

Jumat, 15 Juli 2011

Bunda Khofifah Indar Parawansa Pernah Gabung dengan FISIP UI Studi Kajian Perempuan

Jumat, 15 Juli 2011

Perjuangan Teman-teman Putaran 3 DPR Ri  pada Tahun 2011 dan Buku Bunda Khofifah Indar Parawansa benar-benar membuat dadaku ini menjadi semakin berdebar! Kenapa? Karena merasakan bahwa revolusi di tanah air tercinta rasanya kok jadi semakin dekat ya?

Ya Allaaaaaah... selamatkanlah kami semua Ya Allaaaaaah...

"Perjuangan Teman-teman Putaran 3 DPR RI & Bunda Khofifah Indar Parawansa   2011"


Jadi Bacaan Wajib Mahasiswa Pasca Sarjana UI

Gambar Ilustrasi * Buku “Khofifah Indar Parawansa, Melawan Pembajakan Demokrasi, Pelajaran dan Tragedi Pilkada Jatim”

Surabaya (KabarGres.com) - Setelah dilaunching di Jakarta pada Selasa (25/5), buku “Khofifah Indar Parawansa, Melawan Pembajakan Demokrasi, Pelajaran dan Tragedi Pilkada Jatim”, mendapat respon sangat luar biasa di kalangan masyarakat. "Bahkan, buku yang merupakan pendidikan politik bagi masyarakat Indonesia ini telah dijadikan bacaan wajib bagi para mahasiswa pasca sarjana sosial politik Universitas Indonesia. Ini informasi yang saya dapat dari Effendi Ghazali (pakar komunikasi politik UI, red)," demikian ungkap mantan calon gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sebelum acara Launching dan Bedah Buku, bertempat di Gedung Museum Nahdlatul Ulama, Jl Gayungsari Timur 35, Surabaya, Minggu (30/5).

Menurut Khofifah, dalam Pemilukada Jatim persoalan DPT fiktif dan duplikasi data terjadi. Menurut dia, kondisi tersebut adalah upaya pembajakan demokrasi. “Makanya, pengaspalan demokrasi oleh akademisi, penting dilakukan agar demokrasi dengan prinsip egalitarianisme berjalan mulus,” katanya.

Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Effendi Ghazali, menilai kasus Khofifah dalam Pemilukada Jatim mengingatkan masih ada pekerjaan demokrasi dalam politik pasar bebas. “Kalau tidak dibereskan, kita tidak akan ke mana-mana. Seperti soal DPS dan DPT,” ujarnya.

Sementara itu, mantan pengacara pasangan Khofifah-Mudjiono pada Pilgub Jatim, Ma’ruf Syah yang juga menjadi nara sumber acara launching dan bedah buku, mengatakan Panwaslu selama ini belum berperan maksimal dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas penyelenggaraan pemilu. “Seperti pada Pilkada Jawa Timur, Panwas tidak berfungsi karena diam saja melihat kecurangan,” tuturnya.

Menurut Ma'ruf, jika ingin demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik dan semakin meningkat kualitasnya, kewenangan Panwaslu harus diperkuat. “Panwas selama ini hanya menjadi aksoseris Pilkada,” ungkapnya.

H. Taufikurrahman Saleh, SH, M.Si., saat memberikan testimoni, mengatakan dalam dunia politik memang yang kuat yang biasa menang bukan yang terbaik.

Buku yang merekam tentang carut marut Pemilukada Jatim ini ditulis Ahmad Millah Hasan. Tujuan penulisan buku ini untuk mengingatkan proses Pemilukada yang hingga kini memang masih menjadi persoalan. (toro)
Teks foto: Khofifah Indar Parawansa dengan sabar membubuhkan tanda tangan pada buku “Khofifah Indar Parawansa, Melawan Pembajakan Demokrasi, Pelajaran dan Tragedi Pilkada Jatim”, di Gedung Museum Nahdlatul Ulama, Jl Gayungsari Timur 35, Surabaya, Minggu (30/5).
 
Sumber: http://www.surya.co.id/2011/07/11/khofifah-enggan-urusi-politik

Jumat, 10 Juni 2011

Alumni FISIP UI dan Cerita tentang Menulis: Isabella Fawzi

Baru kusadari beberapa hari terakhir ini ketika seorang teman yang dekat di hatiku dari FH UGM mengirimiku sms yang berbunyi: "Mbak Icha sayang...kelihatannya para alumni dari Unika Atmajaya Jakarta itu punya ciri yang sama deh yaitu suka menulis!"

Hhmmm...iya juga ya?


Namun saya menyukai dunia tulis-menulis jauh sebelum menapaki kaki mengambil S2 ku yang pertama di kampus tersebut. Tapi....memang, setelah gabung dalam pembelajaran di kampus tersebut, kemampuan dan kesenanganku menulis menjadi semakin terasah. Khususnya karena Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan di sini terkenal salah satu yang terbaik di Indonesia, sayapun mengambil S2 dari jurusan LTBI singkatan dari Linguistik Terapan Bahasa Inggris.

Tak hanya diriku Dari LTBI, ternyata adik kelasku dari FE (Fakultas Ekonomi) bernama Angelina Sondakh jua sangat produksitf sekarang dalam dunia penulisa buku. Memang banyak yang memcingkan mata ketika tulisannya melulu soal keluarga dan dirinya. Tapi saya pikir mereka yang sinis itu hanya iri kepada Angie yang cerdas serta produktif!

Iri sebenarnya hanyalah pertanda dari tak mampu...hehe... Jadi, kalau mereka iri jawabannya sebenarnya hanya satu yaitu "menulis juga dong!" Beradu karya melalui budaya menulis pasti akan positif. Daya nalar serta kreasi sportif pasti akan mengemuka, dan dampaknya akan menepis hal negatif lainnya. Sehingga tanpa ragu-ragu saya berani mengajak anda semua untuk bergabung bersama dalam dunia positif yang saya sekeluarga sukai, yaitu: "Ayo Memulis!"


Dalam: "Budaya Menulis Alumni Unika Atmajaya Jakarta: Marissa Haque Fawzi"

Senin, 30 Mei 2011

Diplomasi Pendidikan Moral-spiritual Melalui Musik: Ikang Fawzi & Marissa Haque

Memang Seru!
Lagu di bawah ini adalah salah satu pendidikan moral-spiritual Ikang Fawzi dan tim "Catatan si Boy" dalam lagu dan film. Tayangan di on-air kan semalam pada tanggal 28 Mei 2011. Pesona Ikang Fawzi suamiku dan sihir musik kenapa tidak secara berkelanjutan menjadi diferensiasi LP3 I ya?
Semoga ide kami ini ini positif adanya.
Allahu Akbar!


Terimakasih banyak TransTV...Terimakasih sangat besar Telekomsel...
Sukses Terus...

The Show of Ikang Fawzi (Husband of Marissa Haque) and Andi Rif on TRANS TV for 16th Telekomsel Birthday, 28-05-2011 08.00 PM



Senin, 16 Mei 2011

Teknik Komunikasi Tante Angelina Sondakh dalam Menghindar dari Interview Sensitif

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Demokrat, Angelina Sondakh, enggan menjawab perihal kasus suap wisma atlet SEA Games yang membawa-bawa namanya. Ia bahkan meminta media massa untuk tidak lagi menanyakan hal itu kepadanya.

"Enggak usah dibahas-bahas lagi, sudahlah," ujar perempuan yang akrab disapa Angie ini, Minggu (15/5/2011), dalam jumpa pers peringatan 100 hari meninggalnya Adjie Massaid di kediamannya yang terletak di Taman Cilandak, Jakarta.

Lebih lanjut Angie menerangkan, dalam jumpa pers tersebut dirinya hanya akan menjawab pertanyaan media seputar peringatan 100 hari meninggalnya sang suami. "Ini acara teman, keluarga, dan teman-teman dekat. Kalau di luar acara ini, saya mohon izin untuk menutup tanya jawab," ucap Angie.

Menurut Angie, klarifikasi dan bantahan keterlibatan dirinya saat di DPR sudah cukup. Dengan demikian, tidak perlu ada lagi yang harus dijelaskan. "Klarifikasi saya sudah cukup," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Manajer Marketing PT Duta Graha Indah (DGI) M El Idris dan Mindo Rosalina Manulang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi pada pertengahan April lalu di Kementerian Pemuda dan Olahraga. KPK menemukan cek Rp 3,2 miliar sebagai bukti dugaan suap untuk Sekretaris Menpora Wafid Muharam dari PT DGI.

Pemberian uang diduga sebagai success fee untuk proyek pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan. Dalam pengembangan kasus, Rosa mengaku sebagai orang suruhan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin. Berkali-kali hal itu disampaikan mantan pengacaranya, Kamarudin Simanjuntak.

Bahkan, Nazaruddin mendapat bagian Rp 25 miliar. Namun, Nazaruddin membantah tudingan itu. Selain Nazaruddin, politisi Partai Demokrat lainnya, Angelina Sondakh, juga disebut-sebut terlibat.

Janda Adjie Massaid itu sebagai koordinator anggaran Komisi Olahraga (Komisi X) DPR dan diduga terlibat mengegolkan proyek tersebut. Namun, para pemimpin Demokrat membantah keras dugaan keterlibatan Angelina.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2011/05/15/19135828/Angie.Ogah.Bahas.Suap.Wisma.Atlet

Gerakan Mencintai Suami Patut Mencontoh Tante Angelina Sondakh (ILUNI): dalam Isabella Fawzi

Angelina Sondakh Persembahkan Lagu Adjie Massaid
Angelina Sondakh Persembahkan Lagu Adjie Massaid
Angelina Sondakh - inilah.com/Danu
 
Artis - Senin, 16 Mei 2011 | 10:09 WIB
 
INILAH.COM, Jakarta - Puteri Indonesia 2001, Angelina Sondakh mempersembahkan lagu Kau Yang Kusayang bagi almarhum suaminya, Adjie Massaid, yang sudah 100 hari meninggalkannya.

"Itu lagu yang saya dan Mas Adjie senangi, dalam setiap suratnya tulisan tangan Adjie sendiri. Selalu tulis 'dear Angelina Sondakh Kau Yang Kusayang' itu sangat berkesan buat saya," papar Angelina usai pengajian 100 hari Adjie Massaid di Taman Cilandak, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (15/5).

Lagu itu diproduseri oleh Maia Estianty. Videoklip wanita kelahiran Australia, 28 Desember 1977 itu tampak begitu penuh emosi. Angie pun tak bisa berhenti meneteskan air mata.

"Saya terlalu mencintai Mas Adjie. Setiap scene bentuk aktifitas keseharian kita, Adjie baca koran saya ciumin, naik motor, kolam renang, karena saat itu yang ada di dalam pikiran saya Mas Adjie," urainya.

"Cinta saya sama Mas Adjie nggak hanya keseharian, tapi saat politik. Saya nggak bisa melihat karir politik saya tanpa Mas Adjie," sambung Angie.

Anggota DPR RI ini menilai sang suami, Adjie Massaid, tidak jauh dari dirinya. Meski jasadnya telah tiada, ia yakin Adjie masih bersamanya. Terlebih saat ia harus menghadapi ujian hidup yang berat. [aji]

Syukuran dan Ucapan Selamat kepada Lulusan PSKTTI UI 2011

Syukuran Lulusan PSKTTI UI
2011-01-27
 
Kepada Yth
Wisudawan PSKTTI UI
di Tempat

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Sehubungan dengan telah usainya perkuliahan mahasiswa semester Gasal Tahun Akademik 2010/2011, dengan ini Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia akan menyelenggarakan acara pelepasan mahasiswa PSKTTI UI yang di isi dengan Ambassador Lecture Lebanon: A Model For Plural Societies dengan pembicara H. E. Victor Zmeter (Duta Besar Lebanon). Acara tersebut Insya Allah akan dilaksanakan pada:

Hari Tanggal : Rabu, 2 Februari 2011
Jam : 16.00 - selesai
Tempat : Gd. IASTH Lt. 4
Jl. Salemba Raya No. 4, Jakarta Pusat

Untuk itu kami sangat mengharapkan kehadiran saudara pada acara tersebut di atas sebagai wisudawan 2011. Demikian undangan ini kami sampaikan, atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih

Wassalamu'alaikum Wr, Wb

PSTTI UI dari FISIP UI: dalam Isabella Fawzi, Ikang Fawzi, dan Marissa Haque

PSTTI UI adalah program studi penyelenggara pendidikan dan pengajaran tentang kawasan Timur Tengah dan Kajian tentang Islam tingkat Magister. Program studi ini secara struktural administratif berada di bawah Program Pascasarjana Universitas Indonesia (PPs UI).  PSTTI UI dibuka berdasarkan Surat Izin dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, Nomor: 2801/D/T/2001 tanggal 30 Agustus 2001. Pembukaan program studi ini diresmikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Dr. H. Hamzah Haz di Balai Sidang Universitas Indonesia pada tanggal 31 Juli 2002. Program studi ini menyelenggarakan pendidikan tingkat Magister (S2), yaitu:  
 
▪  POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL DI TIMUR TENGAH

▪  KAJIAN ISLAM 
 
▪  KAJIAN ISLAM DAN PSIKOLOGI

▪  EKONOMI DAN KEUANGAN SYARIAH
  
 PSTTI-UI mendapatkan akreditas A melalui SK Ban PT Nomor :  011/BAN-PT/Ak-IV/S2XII/2005


Program Studi di FISIP UI: dalam Isabella Fawzi & Ikang Fawzi

Program studi

Beberapa program studi yang terdapat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia:

Kompetensi dan FISIP UI: dalam Ikabella Fawzi & Ikang Fawzi

Kompetensi

Kompetensi lulusan pendidikan di FISIP UI beragam sesuai dengan jenis program yang diselenggarakan. Secara umum acuan FISIP UI adalah Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Adapun pokok‐pokok ketetapan dari SK Mendiknas tersebut berkaitan dengan Program Sarjana (S‐1) adalah : 1. Menguasai dasar‐dasar ilmiah dan ketrampilan dalam bidang keahlian tertentu sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan dan merumuskan cara penyelesaian masalah yang ada di dalam kawasan keahliannya. 2. Mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya sesuai dengan bidang keahliannya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan tata kehidupan bersama. 3. Mampu bersikap dan berperilaku dalam membawakan diri berkarya di bidang keahliannya maupun dalam berkehidupan bersama di masyarakat. 4. Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian yang merupakan keahliannya.

Jenjang Studi di FISIP UI: dalam Isabella Fawzi & Ikang Fawzi

Jenjang studi

Jenjang strata satu (S1) kelas Reguler dan Ekstensi, serta jenjang Pasca Sarjana (S2 dan S3) dengan pendekatan kualitas manajemen pengajaran berbasis integrated-comprehensive methods based learning, yang bertumpu pada kurikulum yang inovatif dan dinamis serta metode pembelajaran berbasis riset.

Sejarah FISIP UI: dalam Isabella Fawzi & Ikang Fawzi

Sejarah

FISIP didirikan pada tahun 1968 dan pada mulanya merupakan bagian dari Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (FHPM). Pada tanggal 1 September 1962, Bagian Pengetahuan Masyarakat yang kemudian menjadi Bagian Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan secara resmi diperluas sehingga meliputi jurusan Ilmu Publisistik, Ilmu Politik, Ilmu Administrasi, Kriminologi, Sosiologi, dan Ilmu Kesejahteraan Sosial. Perkembangan bidang-bidang ilmu sosial yang demikian pesat mendorong ditingkatkannya status Bagian Ilmu Pengetahuan Kemasyarakat menjadi fakultas yang berdiri sendiri.
Berdasarkan keputusan Direktur Jendral Perguruan Tinggi No.42 tanggal 1 Februari 1968, Bagian Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan secara resmi dipisahkan dari Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan dan dinyatakan sebagai fakultas yang berdiri sendiri dengan nama Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (FIPK-UI) dengan Prof. Selo Soemardjan sebagai dekan pertama.

Rektor Universitas Indonesia melalui surat keputusan No.002/SK/BR/72 tertanggal 7 Februari 1972 memutuskan untuk mengubah nama FIPK-UI menjadi Fakultas Ilmu Sosial UI. Keputusan ini kemudian dikukuhkan oleh keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.31/C/1972. Pada tahun 1982, Fakultas Ilmu Sosial UI diubah menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia No.44 Tahun 1982.

Setahun kemudian, yakni pada tahun 1983, jumlah jurusan di FISIP UI bertambah satu lagi dengan berpindahnya Jurusan Antropologi yang semula menjadi bagian Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Pada tahun 1985, Jurusan Ilmu Hubungan Internasional dibuka sebagai pengembangan Program Studi Hubungan Internasional dan Kawasan dari Jurusan Ilmu Politik.
Dari sejak berdirinya hingga sekarang ini, FISIP UI telah dipimpin oleh sepuluh dekan, yang berturut‐turut adalah:
  1. Prof. Dr. Selo Soemardjan, alm (1968‐1974)
  2. Prof. Dr. Hc. Miriam Budiardjo, MA, alm (1974‐1979)
  3. Prof. Dr. R. Tobias Soebekti, MPA. Alm (1979‐1982)
  4. Prof. Dr. Manasse Malo, alm (1982‐1988)
  5. Prof. Dr. Juwono Sudarsono, MA. ( 1988‐1994)
  6. Prof. Dr. Muhammad Budyatna (1994‐1998)
  7. Prof. Kamanto Sunarto, SH, Ph,D. (1998‐2001)
  8. Prof. Dr. Martani Huseini (2001‐2003)
  9. Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri (2003‐2008)
  10. Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, MSc (2008‐2012)

Jumat, 06 Mei 2011

Pulang Kuliah di FISIP UI Beri Kejutan untuk Ayah & Ibu: Isabella Fawzi

Terimakasih banyak liputan6.com ya?
Ultah Pernikahan, Marissa-Ikang Dapat Kejutan  
Bonifacius Jaka
20/04/2011 15:46 | Selebritas
Liputan6.com, Tangerang: Pasangan suami istri Ikang Fawzi dan Marissa Haque belum lama ini mendapat kejutan dari sang anak di hari jadi pernikahannya. Cerita bermula saat Ikang dan Marissa sedang bekerja. Saat itulah putri pertama mereka menuju sebuah pusat perbelanjaan untuk membeli kado.

"Aku mau cari kado ulang tahun perkawinan papa mamaku, aku bingung nih bunga atau kue ya?" kata sang anak, Isabella Fawzi seperti dikutip Status Selebritis di SCTV, Rabu (20/4).

Sesampainya di sebuah mal, Bella--sapaan akrab Isabella--memilih kue. Setelah beberapa saat memilih kue tart, akhirnya diputuskan membeli dua buah kue, yakni rasa kopi dan rasa keju. "Aku belum pernah beli kue, biasanya aku beli yang gampang kayak roti, pizza dan biasanya aku makan sendiri, sekarang aku beli kue coffe dan cheese cake, semoga mama papa senang dan kebaikan saya dibalas," katanya.

Setelah kue dibeli, Bella kemudian menuju kediamannya di kawasan Bintaro, Tangerang, Banten. Sembari menunggu kedua orangtuanya pulang, Bella menghias meja makan dengan lilin dan minuman. Saat kedua orangtuanya datang, Bella menyambutnya dan memberi kejutan tersebut.

Upaya Bella berhasil. Ikang Fawzi dan Marissa Haque ternyata senang mendapat kejutan tersebut. Terbukti, ketiganya langsung membaca doa bersama dan menyantap kue tart tersebut.(BJK/ANS)

Kamis, 05 Mei 2011

Pelajaran tentang Komunikasi Brand Relevan dan yang Tidak Relevan dari Ibuku: Isabella Fawzi



“A brand is no longer the thing what you mention, but it is what the consumer talk about”
marissa-haque-fawzi-angelina-sondakh-massaid-knpi-bojonegoro-jatim-2005
Pencitraan di dalam perpolitikan Indonesia semakin menjadi marak, terutama ketika pimpinan tertinggi negeri ini dianggap melakukannya demi melancarkan pengaruh citra seperti apa yang dikenhendakinya. Sementara dari politisi yunior terlihat ada Angelina Sondakh dengan ilmu yang diadopsinya dari FISIP-UI jurusan Komunikasi. Kepiawaiannya memainkan isu di media masa member nilai tambah bagi kehadirannya. Saya katakana kepada Bella (Isabella Fawzi) sulungku yang kini juga sedang menuntut ilmu di tempat sama (FISIP UI jurusan Ilmu Komunikasi) agar lebih banyak memperhatikan langkah Angie dalam mengelola komunikasi politiknya. Saya tambahkan lagi dengan keterangan bahwa dia berhasil menyeruak among the crowds, baik di dalam Partai Demokrat sendiri maupun menjadi artis ‘baru’—karena Angie sendiri bukan artis dalam arti sebenarnya karena sebelumnya ‘hanya’ menjadi Putri Indonesia yang cerdas-muda-berpolitik.

Satu hal yang menjadi kunci utama dalam menyeruak among the crowds itu, bahwa konsistensi yang mengalir serta tidak kaku akan diuji oleh berjalannya waktu. Bahwa kehadirannya dalam medium infotainment hanya boleh dilakukan dalam jangka waktu pendek, dimana selebihnya harus melakukan paradigm shift pada wilayah medium lebih serius lainnya, semisal bicara mengenai teknik jalan keluar dari kisruh PSSI, Ujian Nasional dan kehadiran CAFTA pada dunia pariwisata Indonesia. Karena isunya dulu Angie adalah salah satu calon Menteri pengganti Pak Jero Wacik dalam periode yang akan datang.

Perihal kiprah Angie ke dunia tarik suara (rekaman), saya menyambut positif. Hanya pesanku, bilaman merasa kurang atau tidak cocok, jadikan hal tersebut sebagai yang pertama dan yang terakhir. Saya pribadi pernah mencoba masuk dapur rekaman yang kemudian saya sesali ‘habis-habisan.’ Saya menerima tawaran menyanyi karena saat itu yang menawarkan adalah salah satu perjaka ganteng Indonesia yang sedang naik daun bernama Fariz RM—konon khabarnya saat itu sedang jatuh hati padaku. Dan memang setelahnya saya memilih calon suami yang penyanyi namun sekolahnya betul serta rajin ibadahnya plus dari keturunan baik-baik. Nah… yang saya khawatirkan kegiatan Angie dalam hal menyanyi menjadi hal yang tidak relevan bila dikaitkan dengan koridor Ilmu Marketing Management. Jangan sampai juga kelak Angie menjadi bulan-bulanan masyarakat dan media sehinga menjadi output yang kontra produktif karena diperbandingkan dengan keprofesionalan vocal Reza mantan istri Adjie Massaid yang memang terkenal sexi serta berkarakter kuat sebagai salah seorang Diva Indonesia. Namun sebagai sebuah kenang-kenangan bagi keluarga mungkin tidak ada salahnya memang… 

Ayo bangkit Angie…kamu belum menjadi salah seorang Menteri Pariwisata tercantik dari Indonesia. Go for the best my sister in faith… I am so proud of you!

Photo Ikang Fawzi pada Tahun 1979: Isabella Fawzi

Ikang Fawzi, FISIP-UI, Jurusan Administrasi Niaga, 1979

Ya ampuuun...ketemu sepotong foto Ayah Ikang saat baru masuk di FISIP UI dulu tahun 1979. Culuuun....bangeeet... Hehe...lebih culun dari fotoku saat baru diterima di FIB Jurusan Satra Inggris dulu. Mau ngeledek Ayah Ikang aaaaaah...pasti Ayah nggak marah...karena Ayah tuh kadieu-kaditu-seseurian waeeee... Yah maklumlah Wargi Urang alias Urang Sunda tea'...hehe... lucuuu...

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau disingkat FISIP UI: Isabella & Ikang Fawzi

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau disingkat FISIP UI secara kelembagaan merupakan bagian dari BHMN (Badan Hukum Milik Negara) Universitas Indonesia. Saat ini FISIP UI dipimpin oleh Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono untuk masa bakti 20082012.
Fakultas ini didirikan sejak tahun 1968 dan merupakan salah satu fakultas dengan jumlah program studi dan mahasiswa terbanyak yang terdapat di Universitas Indonesia karena sejak berdiri sampai dengan tahun 2005, FISIP UI berkembang dengan pesat sehingga memiliki 8 Departemen, 35 program studi dengan 52 program kekhususan, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 7912 orang [1].

Daftar isi

Sejarah

FISIP didirikan pada tahun 1968 dan pada mulanya merupakan bagian dari Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (FHPM). Pada tanggal 1 September 1962, Bagian Pengetahuan Masyarakat yang kemudian menjadi Bagian Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan secara resmi diperluas sehingga meliputi jurusan Ilmu Publisistik, Ilmu Politik, Ilmu Administrasi, Kriminologi, Sosiologi, dan Ilmu Kesejahteraan Sosial. Perkembangan bidang-bidang ilmu sosial yang demikian pesat mendorong ditingkatkannya status Bagian Ilmu Pengetahuan Kemasyarakat menjadi fakultas yang berdiri sendiri.

Berdasarkan keputusan Direktur Jendral Perguruan Tinggi No.42 tanggal 1 Februari 1968, Bagian Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan secara resmi dipisahkan dari Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan dan dinyatakan sebagai fakultas yang berdiri sendiri dengan nama Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (FIPK-UI) dengan Prof. Selo Soemardjan sebagai dekan pertama.
Rektor Universitas Indonesia melalui surat keputusan No.002/SK/BR/72 tertanggal 7 Februari 1972 memutuskan untuk mengubah nama FIPK-UI menjadi Fakultas Ilmu Sosial UI. Keputusan ini kemudian dikukuhkan oleh keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.31/C/1972. Pada tahun 1982, Fakultas Ilmu Sosial UI diubah menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia No.44 Tahun 1982.

Setahun kemudian, yakni pada tahun 1983, jumlah jurusan di FISIP UI bertambah satu lagi dengan berpindahnya Jurusan Antropologi yang semula menjadi bagian Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Pada tahun 1985, Jurusan Ilmu Hubungan Internasional dibuka sebagai pengembangan Program Studi Hubungan Internasional dan Kawasan dari Jurusan Ilmu Politik.
Dari sejak berdirinya hingga sekarang ini, FISIP UI telah dipimpin oleh sepuluh dekan, yang berturut‐turut adalah:
  1. Prof. Dr. Selo Soemardjan, alm (1968‐1974)
  2. Prof. Dr. Hc. Miriam Budiardjo, MA, alm (1974‐1979)
  3. Prof. Dr. R. Tobias Soebekti, MPA. Alm (1979‐1982)
  4. Prof. Dr. Manasse Malo, alm (1982‐1988)
  5. Prof. Dr. Juwono Sudarsono, MA. ( 1988‐1994)
  6. Prof. Dr. Muhammad Budyatna (1994‐1998)
  7. Prof. Kamanto Sunarto, SH, Ph,D. (1998‐2001)
  8. Prof. Dr. Martani Huseini (2001‐2003)
  9. Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri (2003‐2008)
  10. Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, MSc (2008‐2012)

Jenjang studi

Jenjang strata satu (S1) kelas Reguler dan Ekstensi, serta jenjang Pasca Sarjana (S2 dan S3) dengan pendekatan kualitas manajemen pengajaran berbasis integrated-comprehensive methods based learning, yang bertumpu pada kurikulum yang inovatif dan dinamis serta metode pembelajaran berbasis riset.

Tujuan

Sesuai dengan Visi dan Misi yang ditetapkan, maka penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi FISIP UI bertujuan: 1. Menghasilkan lulusan FISIP UI yang berdaya saing tinggi baik secara akademis maupun secara moral sehingga dapat menjadi modal bagi pembangunan bangsa dan negara. 2. Menghasilkan karya‐karya penelitian yang bersifat “noble” serta riset aplikatif yang berkualitas dan berguna bagi komunitas akademia, mahasiswa, pemerintah, industri dan masyarakat. 3. Memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat melalui upaya‐upaya positif yang menumbuhkan kesadaran dan kepercayaan diri masyarakat serta Kompetensi

Kompetensi lulusan pendidikan di FISIP UI beragam sesuai dengan jenis program yang diselenggarakan. Secara umum acuan FISIP UI adalah Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Adapun pokok‐pokok ketetapan dari SK Mendiknas tersebut berkaitan dengan Program Sarjana (S‐1) adalah : 1. Menguasai dasar‐dasar ilmiah dan ketrampilan dalam bidang keahlian tertentu sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan dan merumuskan cara penyelesaian masalah yang ada di dalam kawasan keahliannya. 2. Mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya sesuai dengan bidang keahliannya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan tata kehidupan bersama. 3. Mampu bersikap dan berperilaku dalam membawakan diri berkarya di bidang keahliannya maupun dalam berkehidupan bersama di masyarakat. 4. Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian yang merupakan keahliannya.

Program studi

Beberapa program studi yang terdapat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia:
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Fakultas_Ilmu_Sosial_dan_Ilmu_Politik_Universitas_Indonesia

    Paduan Suara Universitas Indonesia (in Isabella Fawzi)

    Paduan Suara Universitas Indonesia (in Isabella Fawzi)

    "Lagu Godeamus Igitur": dalam Isabella Fawzi

    "Lagu Godeamus Igitur": dalam Isabella Fawzi

    Mbah Yuya yang Sangat Ingin Ayah Ikang Dulu Pasti Lulus dari FISIP UI jurusan Administrasi Niaga

    Mbah Yuya yang Sangat Ingin Ayah Ikang Dulu Pasti Lulus dari FISIP UI jurusan Administrasi Niaga
    Mbah Yuya dan Ibu Icha adalah para Sponsor Sejati Ayah Ikang Fawzi jadi Seniman Sekolahan yang Mumpuni & Menjawab Tantangan Zaman

    Aldo Fawzi Sepupuku dari Sastra Jepang UI: Isabella Fawzi

    Aldo Fawzi Sepupuku dari Sastra Jepang UI: Isabella Fawzi
    Aldo Fawzi Anak Mama Bonnie (Indra Lesatri Fawzi) Kandidat Doktor dari FISIP UI jurusan Kesos, 2011

    Tanteku Mama Bonie Fawzi Kandidat Doktor & Adikku Chikita Fawzi: Isabella Fawzi

    Tanteku Mama Bonie Fawzi Kandidat Doktor & Adikku Chikita Fawzi: Isabella Fawzi
    Tanteku Mama Bonie Fawzi Kandidat Doktor dari FISIP UI (Kesos) & Adikku Chikita Fawzi: Isabella Fawzi

    4 keluarga ikang fawzi dan marissa haque ke FIFIP UI

    4 keluarga ikang fawzi dan marissa haque ke FIFIP UI
    4 keluarga ikang fawzi dan marissa haque ke FIFIP UI

    Entri Populer